sbr bambu

http://sbrbambu.blogspot.com/

Saturday, 9 August 2014

Budidaya Bambu

Budidaya Bambu yang berpihak pada ekonomi masyarakat kecil UKM-UMKM

Kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia hampir tidak dapat dipisahkan dengan bambu. Bambu memberikan manfaat yang sangat besar untuk menunjang kehidupan masyarakat sehari-hari. Bambu dapat dijadikan bahan dasar bagi industri kerajinan seperti alat rumah tangga, perabotan, dan hiasan rumah dan alat dapur. Disisi lain bambu dapat menggantikan peran kayu sebagai bahan bangunan, peralatan nelayan dan lain-lain. Di Bali bambu juga memiliki arti lebih karena disamping untuk kebutuhan di atas sangat dibutuhkan pada acara-acara keagamaan / ritual, namun demikian apabila kita amati besarnya manfaat dan kebutuhan bambu belum diimbangi dengan upaya pelestarian dan pengembangannya. Kondisi ini dapat mengancam terjadinya kepunahan beberapa jenis bambu terutama yang paling banyak dicari karena tingginya permintaan, sementara luas tanaman tidak ada pengembangan yang signifikan. Disamping manfaat  ekonomi tanaman bambu yang memiliki sistem perakaran yang kuat sangat efektif mencegah erosi sehingga dapat digunakan untuk kepentingan konservasi tanah utamanya pada lahan-lahan miring dan rawan longsor.

Dari 1.200 jenis bambu yang ada, 100 jenis diantaranya terdapat di Indonesia. Bambu-bambu yang sudah dikenal luas oleh masyarakat kita adalah seperti :
1.    Bambu petung ( Dendrocalamus giganteus )
2.    Bambu apus  ( Dendrocalamus strictus)
3.    Bambu cendani ( Phyllostacys aurea)
4.    Bambu ampel ( Bambusa vulgaris )
5.    Bambu hitam ( Gigantochloa atroviolacca )

Bambu dapat tumbuh disetiap jenis tanah, dapat tumbuh mulai dataran rendah hingga dataran tinggi kecuali di pesisir pantai, sehingga potensi pengembangannya sangat luas dan bervariasi sesuai jenisnya. Tanaman ini tumbuh baik pada curah hujan 1.000 mm / tahun dengan kelembaban optimum 80 % dan memerlukan cukup air untuk pertumbuhannya. Hasil pengamatan menunjukan bahwa semakin basah tipe iklimnya semakin banyak jenis bambu yang dapat tumbuh disana, hal ini disebabkan karena bambu memerlukan air cukup untuk pertumbuhannya.

Penanaman bambu dan manfaat pengelolaan DAS pada dasarnya ditujukan untuk terwujudnya kondisi yang optimal dari sumberdaya vegetasi, tanah dan air sehingga mampu memberi manfaat secara maksimal dan berkesinambungan bagi kesejahteraan manusia. Selain itu pengelolaan DAS dipahami sebagai suatu proses formulasi dan implementasi kegiatan atau program yang bersifat manipulasi sumberdaya alam dan manusia yang terdapat di DAS untuk memperoleh manfaat produksi dan jasa tanpa menyebabkan terjadinya kerusakan sumberdaya air dan tanah, yang dalam hal ini termasuk identifikasi keterkaitan antara tataguna lahan, tanah dan air, dan keterkaitan antara daerah hulu dan hilir suatu DAS



Teknik Budidaya Bambu diantaranya :

a.     Pemilihan Bahan Tanaman
Bibit tanaman bambu dapat berasal dari biji, anakan / cabutan, stek, atau rimpang. Bibit tanaman yang berasal dari biji sangat sulit didapatkan karena bambu sangat sulit tumbuhnya. Cara pembiakan yang secara tradisional dilakukan adalah dengan memanfaatkan anakan (rebung) yang setiap tahunnya selalu tersedia akan tetapi tidak bisa memenuhi kebutuhan bibit untuk penanaman skala luas, stek cabang dibuat dengan mengambil cabang pada batang berumur 2 – 3 tahun. Bagian yang diambil adalah ruas 2 - 3, kemudian diletakan ditempat yang teduh dan lembab, disiram sebanyak 3 kali sehari hingga muncul akar setelah 1 bulan. Setelah itu barulah dipindahkan ke polybag sebelum dipindahkan ke lapangan hingga bibit berumur 4 bulan.


b. Teknik Penanaman dan Pemeliharaan
Lubang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm dengan jarak tanam 3 x 3 /4 x 4 m. Sebaiknya dilakukan pemupukan sebanyak 1 kg pupuk kandang per lubang. Dalam penanaman posisi tunas (apabila untuk stek) diarahkan keatas agar pertumbuhannya sempurna dan lubang ditimbun setinggi 10 cm agar tidak terjadi genangan air. Waktu penanaman paling tepat pada bulan Nopember - Desember. Pemeliharaan meliputi 2 tahap yaitu pemeliharaan awal seperti penyiangan, pendangiran, dan penyulaman sedangkan pemeliharaan lanjutan meliputi pemangkasan cabang setinggi 2 - 3 m untuk merangsang pertumbuhan keatas dan ukuran batang lebih besar.



Asumsi penanaman bambu Petung (Dendrocalamus giganteus)

No
uraian
Volume
Jumlah
harga (Rp)
1
Biaya persiapan lahan
1 ha



a.Pembersihan lahan
1 ha

500.000

b.penentuan lajur tanaman
1 ha

500.000





2
Penanaman




a.Pembuatan lubang dan penanaman
1 ha

600.000

b.bibit tanaman
1 ha
330 btg
4.950.000

c.pupuk kandang
1 ha
200 karung
2.400.000
3
Pemeliharaan per tahun




a.penyulaman
1 ha
40 btg
600.000

b.penjarangan atau penyiangan
1 ha

800.000





4
produksi
1 ha
990 batang
49.500.000






  Dengan asumsi tersebut biaya  penanaman tahun pertama Rp. 10.350.000 + biaya perawatan 4 tahun Rp.5.600.000 = Rp15.950.000 dan hasil produksi Rp. 49.500.000 menghasilkan Rp.33.550.000

Monday, 28 April 2014

JUAL BIBIT / BENIH BAMBU

PENAWARAN JUAL BIBIT/BENIH BAMBU
1. Bambu cendani
cendani.jpg
2.Bambu Petung
petung.jpg
3. Petung Hitam
petung.jpg





4. Bambu Apus/ Tali
apus.jpg

Harga dan Pemesanan

Harga dan Spesifikasi
Jenis (Spesies)
Panjang (cm)
Harga/btg
Petung (D. Asper Black)
30-60CM
Rp 35.000
Petung (D. asper)
30-60CM
Rp 25.000
Wulung (G. atroviolacea)
30-60CM
Rp 20.000
Apus (G. apus)
30-60CM
Rp 25.000
Cendani (P. aurea)
30-60CM
Rp 10.500

Catatan:  Harga tergantung ukuran dan jenis.

Muatan Bambu per truck
Jenis (Spesies)
Diameter (cm)
Panjang (cm)
Batang
Petung (D. Asper Black)
12 - 15
30-60CM
100-2000
Petung (D. asper)
> 15
30-60CM
1000-2000
Wulung (G. atroviolacea)
> 8
30-60CM
1000-2000
Apus (G. apus)
> 6
30-60CM
1000-2000
Cendani (P. aurea)
> 2
30-60CM
2.000

Catatan:
·       Bambu dalam polybag
·       Harga tersebut di atas SUDAH TERMASUK ONGKOS KERJA ( Tebang, Potong, Truck Loading)
·       Kemasan polybag 15 x 25cm
Cara Pemesanan

  1. Pembeli membayar DP sebanyak 60% dari harga bibit bambu (melalui transfer Bank Mandiri,  atau BRI)
  2. Pelunasan 40% sisanya ketika bambu sudah dimuat di truk dan siap diberangkatkan
  3. Waktu Pengiriman:
    • Bibit Bambu dikirim 4-5 minggu sejak DP diterima (bibit bambu langsung dikirim dalam keadaanmasih dalam polybag), atau,
    • Bambu dikirim 8 minggu sejak DP diterima (menunggu pertumbuhan sesuai pesanan)
  4. Pembeli dapat membayar biaya truk langsung ke ekspedisi atau melalui Sumber Bambu (jika pemesanan truk melalui Sumber Bambu). Pembeli juga bisa menggunakan jasa ekspedisi langganannya sendiri.
  5. Contact Persons:
    Nama          : Agha (syuhada Ganda Negara)
    Alamat        : Desa Sumberejo Rt 05 Rw 02 Kecamatan Batur Kabupaten    Banjarnegara
    Telepon      : 085 227 637 383
    (dimohon sms terlebih dahulu dengan detail permintaan dan sertakan e-mail address Bapak / Ibu)

    e-mail          : aghamoen.moon@gmail.com